Psikologi Kognitif adalah psikologi yang memfokuskan alirannya mengenai kognitif manusia atau kondisi mental manusia mengenai jalan berpikir manusia yang dimana psikologi kognitif lebih menitikberatkan mengenai bagaimana kondisi mental manusia dalam menangkap pengetahuan atau informasi yang dimana informasi yang ditangkap secara sadar dapat mengubah pola pikir manusia,dalam bertindak dan memutuskan sesuatu,melalui proses memori/ingatan,serta daya tangkap.
Pengertian Memori
Secara etimologi, kata memori berasal dari bahasa inggris yaitu 'memory'. Secara sederhana, memori adalah kemampuan untuk menyimpan informasi sehingga dapat digunakan lagi dimasa yang akan datang. Manusia atau organisme dapat menyimpan informasi yang diterima yaitu melalui semua indera yang akan diubah bentuknya sedemikian rupa sehingga dapat disimpan kedalam otak. Secara singkat memori dapat diartikan sebagai suatu sistem pengolahan informasi.
Memori mempunyai dua jalur penyimpanan yaitu,Short term memory,dan Long term memory
Short term memory menyimpan informasi yang ditangkap oleh indera pendengar,penglihat,dan pencium,selama kurang dari 30 detik,hal ini dikarenakan kurangnya perhatian kita terhadap apa yang kita lihat,dengar,dan cium sehingga otak merespon dengan menangkap informasi dan mengelolahnya.Ketika kita menggangap informasi yang kita ambil tersebut tidak penting maka otak dengan pintarnya akan menghapusnya kurang dari 30 detik,semuanya ini tergantung dengan apa yang kita pikirkan,jadi jika kalian mengingingkan memori yang baik berusahalah untuk menganggap penting segala sesuatunya.
Memori jangka Panjang
Memori jangka panjang(Long term memory)bersifat permanen artinya informasi yang disimpan dalam alat penyimpanan informasi tersebut sanggup bertahan dalam waktu yang sangat panjang.Kapasitas alat penyimpanan informasi dalam memori jangka panjang ini tidak terbatas.Proses masuknya hampir sama dengan memori jangka pendek yaitu melalui memori sensoris.Pada tahap ini,informasi dari luar yang diterima oleh indra diubah menjadi impuls-impuls neural sesuai dengan masing-masing fungsi indra.Setelah informasi masuk ke dalam alat penyimpanan informasi memori jangka pendek,kemudian diseleksi sedemikian rupa,mana yang dianggap penting dan tidak,kemudian diteruskan ke alat penyimpanan informasi memori jangka panjang.
Jenis-jenis Memori
1.Memori Sensoris, yaitu proses penyimpanan memori melalui jalur syaraf-syaraf sensoris yang berlangsung dalam waktu amat pendek. Misalnya; Untuk menggambarkan memori sensoris ini cobalah matikan semua lampu diruang belajar Anda sebentar, dekatkan jari-jari tangan Anda pada lampu diatas meja, kemudian buka mata sejenak dan tutup lagi kedua mata Anda. Pada saat itu akan terlintas bayangan jari-jari Anda selama beberapa detik. Seperti itulah berlangsungnya memori sensoris.
2.Memori Jangka Pendek, yaitu suatu proses penyimpanan memori sementara. Disebut juga Working Memory, karena informasi yang disimpan hanya dipertahankan selama informasi itu masih dibutuhkan.
3.Memori Jangka Panjang, yaitu proses penyimpanan informasi yang relatif permanen.
Teori-Teori Memori
Berikut teori-teori memori ada 3, yaitu :Teori Motivated Forgetting
Menurut teori ini, seseorang akan cenderung berusaha melupakan hal-hal yang menyakitkan. Hal-hal yang tidak menyenangkan atau menyakitkan ini akan cenderung di tekan atau tidak di perbolehkan muncul dalam kesadaran. Teori ini didasarkan atas teori psikoanalisis yang di pelopori oleh Sigmund Freund. Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa teori ini juga berpendapat bahwa informasi yang sudah disimpan masih selalu ada.
Teori Retrrievak Failure
Teori ini pada hakikatnya sependapat dengan teori interferensi yang menyatakan bahwa informasi yang telah disimpan dalam memori jangka panjang selalu ada, tetapi kegagalan untuk mengingat kembali tidak disebabkan tidak adanya petunjuk yang mencukupi dengan demikian, jika syarat tersebut dipenuhi (disajikan petunjuk yang tepat), maka informasi tersebut pasti dapat di telusuri serta diingat kembali.
Lupa Karena Sebab-sebab Fisiologis
Para peneliti sependapat bahwa setiap penyimpanan akan diiringi berbagai perubahan fisik di otak. Perubahan fisik ini disebut dengan 'engram'. Gangguan pada engram ini akan mengakibatkan amnesia (lupa ingatan). Jika yang dilupakan merupakan informasi-informasi yang sudah disimpan beberapa waktu yang lalu, yang mengalami hal tersebut dikatakan menderita amnesia antegrad. Karena proses lupa dalam kedua kasus ini erat hubunganya dengan faktor-faktor biokimiawi otak, maka kurang menjadi fokus perhatian bagi para pendidik.

Comments
Post a Comment